Kajian Hijrah Dr. Sarifa Suhra Dalam Menyambut Tahun Baru Islam 1441 H

oleh -1.927 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM-– Dr. Sarifa Suhra, S.Ag M.Pd.I Ketua Umum Hidmat (Himpunan Da’iyah dan Majelis Taklim) Muslimat NU sekaligus Ketua Prodi PAI Pascasarjana IAIN Bone merayakan tahun baru Islam.

Menyambut tahun baru Islam 1441 H bertepatan 1 September 2019 di Sekretariat FKCA Bone berlangsung dengan hidmat pengajian dengan tema kajian “Hijrah di Era Digital”. Acara ini dihadiri kurang lebih 100 orang terdiri dari kelompok majelis taklim binaan muslimat NU, MT Azzikra, MT Baburrahman dan kelompok pengajian dan arisan keluarga Palakka, unsur mahasiswa yakni pengurus PMII serta pengurus hidmat Muslimat NU dan pengurus FKCA (Forum kajian cinta Al-Qur’an). (3/9/2019)

Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan ustadz Firman, S.Pd.I. M.Pd. I sekertaris umum FKCA Kab. Bone, dilanjutkan dengan kajian hijrah Dr. Sarifa Suhra S.Ag, M.Pd.I Ketua Prodi PAI Pascasarjana IAIN Bone.

Dalam tauziahnya beliau menyampaikan beberapa hikmah terkait peristiwa hijrah sebagai berikut : “Hijrah itu bukan hanya berarti pindah atau meninggalkan secara fisik seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW bersama sahabat-sahabatnya dari Mekah ke Madinah, tetapi hijrah juga berarti meninggalkan segala macam perilaku buruk yang tidak sesuai dengan ajaran Islam menuju keridhaan Allah SWT, seperti mempersekutukan Allah, menipu sesama, korupsi dll,” Jelas Dr. Sarifa Suhra

“Era digital berarti era jari jemari karena itu hendaklah menahan jari jemari dari segala hal yang dapat menimbulkan fitnah dan merusak persatuan misalnya dengan melike atau menshare berita atau video yang belum pasti kebenarannya yang dapat merusak kedamaian bersama,” terangnya

“Hijrahnya Nabi menjadi momentum berkibarnya panji-panji kemenangan Islam yang sebelumnya mengalami tekanan dan penyiksaan. Rahasia sukses Nabi adalah kemapuan merangkul semua kekuatan yang berbeda baik dari kalangan Islam (kaum Anshar dan Muhajirin), kaum Yahudi, Nasrani serta kelompok suku yang sering berperang seperti Aus, Khazraj, Bani, Nadir, Bani Qainuqa’ dll. dalam satu kesatuan wilayah yang berdaulat dengan mengedepankan prinsip persatuan, persaudaraan, kesetaraan, dan humanisme,” tutur Dr. Sarifa Suhra. (yas89)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.