Tim PKM STKIP Bone Penyuluhan Pembuatan Pestisida Cair Ramah Lingkungan Secara Daring

oleh -774 x dibaca

KAHU, TRIBUN BONE–Program kreativitas mahasiswa (PKM) merupakan ajang tertinggi bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.

STKIP Muhammadiyah Bone merupakan salah satu institusi yang memasukan puluhan proposal dan hasil yang diperoleh yaitu 15 proposal lolos pendanaan tahun 2020. 11 tim lolos di bidang PKM Pengabdian Kepada Masyarakat dan 4 tim di bidang PKM-PSH.

Tim PKM Pengabdian Kepada Masyarakat yang di ketuai oleh Nurlia (Pendidikan Matematika) dengan judul proposal “Pemberdayaan Kelompok Tani Maddaung melalui Pemanfaatan Tempurung Kelapa, Tongkol Jagung dan Sekam Padi sebagai Pestisida Cair Ramah Lingkungan” merupakan salah satu proposal yang lolos pendanaan tahun 2020.

Tim PKM Pengabdian Kepada Masyarakat ini terdiri tiga orang anggota, yaitu Muh. Ilham Ridwan (Pendidikan Biologi), Nurwahyuni (Pendidikan Ekonomi), dan A. Sri Rahayu (Pendidikan Matematika).

“Pelaksanaan PKM Pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya karena adanya pandemi Covid-19, sehingga dilakukan secara daring,” ungkap Nurlia Mahasiswi STKIP Muhammadiyah Bone, Kampus C Kahu kepada Tribun Bone, Sabtu, 5 September 2020.

Ketua Tim, Nurlia

Lanjut Nurlia, Sehubungan dengan aturan KEMENDIKBUD maka pelaksanaan program harus dilakukan secara online kepada Kelompok Tani Dusun Gading Desa Latellang Kecamatan Patimpeng yang menjadi lokasi kegiatan.

“Menanggapi hal tersebut maka tim PKM Pengabdian Kepada Masyarakat melakukan proses penyuluhan melalui via WhatsApp,” katanya.

Pada saat proses penyuluhan melalui via whatsapp anggota Kelompok Tani Maddaung sebagai mitra sangat antusias dengan program yang akan dilakukan.

“Ahamdulillah program ini sangat bagus untuk dilakukan secepatnya karena sehubungan meningkatnya harga pestisida kimia saat ini dan limbah sebagai bahan baku pembuatan juga sangat melimpah,” ungkap satu mitra, Burhan mengatakan dalam diskusi.

Antusias yang diperlihatkan pada saat penyuluhan meningkatkan semangat tim untuk cepat melakukan pelatihan pembuatan produk meskipun secara daring.

“Kami dari tim PKM Pengabdian Kepada Masyarakat sudah tidak sabar lagi untuk melakukan pelatihan kepada mitra yang dilakukan secara online, meskipun seperti itu semoga kedepannya Covid 19 cepat berlalu dan tim bersama mitra dapat bertemu secara langsung,” pungkas Nurlia. (*/Ipp_17)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.