PLT Ketua STKIP Buka Masta Tahun Akademik 2020/2021

oleh -74 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Plt Ketua STKIP Muhammdaiyah Bone Dr. Muh. Safar, M.Pd membuka pelaksanaan Masa Ta’aruf (Masta) untuk Mahasiswa Baru (Maba) Tahun Akademik 2020/2021.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu Selasa – Rabu, 22 – 23 September 2020. Kegiatan ini diikuti sebanyak 232 Mahasiswa dari 8 Program Studi.

Wakil Ketua I STKIP Muhammadiyah Bone ini menyampaikan, adapun tujuan secara umum dari pelaksanaan kegiatan ini adalah agar calon mahasiswa mengetahui segala hal-hal yang berkaitan dengan tugas mereka sebagai mahasiswa.

“Selain itu, Mahasiswa belajar untuk bermuhasabah diri dengan lebih memantapkan dan memiliki karakter islami serta akhlak mulia,” kata Dr. Muh. Safar.

Tujuan khusus dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan pemahaman kepada calon mahasiswa tentang tujuan mereka secara jelas yaitu mengapa mesti kita kuliah.

“Banyak hal yang berbeda pada saat masih duduk di bangku SMA dan ketika adik-adik calon mahasiswa nanti mengikuti perkuliahan. Salah satunya adalah Adik-adik memiliki kemandirian dalam belajar. Mahasiswa harus banyak proaktif dalam mengikuti perkuliahan,” ungkapnya.

Menurutnya, Tugas pertama mahasiswa adalah belajar. “Karena hanya melalui belajarlah manusia dapat mengukir sejarah dan menjadi pelaku peradaban,” tuturnya.

Tidak hanya itu saja, kata dia, belajar juga akan menerangi cakrawala manusia sehingga dapat beradaptasi dalam menjalani hidupnya. Untuk itu, perlu dipahami terlebih dahulu tentang bagaimana menjadi pembelajar mandiri.

“Menjadi seorang pembelajar mandiri sebenarnya tidaklah serumit yang dibayangkan. Kebanyakan mahasiswa hanya membutuhkan kesadaran saja,” katanya lagi.

Lanjut bahwa bermodalkan pengetahuan yang diperoleh dari belajar jugalah maka mahasiswa dapat membuat terobosan-terobosan sehingga bisa berdaya saing baik secara internal maupun secara eksternal.

Kedua yaitu mahasiswa sadar untuk selalu berpikir positif. “Kehidupan kuliah saya analogikan sebagai sebuah jalan raya. Maksudnya adalah kadang-kadang berjalan lurus tapi kadang-kadang berjalan berliku-liku,” ucapnya.

Spesifiknya, lanjut Dr. Muh. Safar, yaitu dalam menempuh dan menimba ilmu pada tingkatan kuliah maka mahasiswa akan berhadapan dengan berbagai tantangan yang kadang-kadang membuat mahasiswa tergelincir atau mengabaikan tugas utamanya.

“Solusi untuk itu adalah perlu melakukan berpikir positif, karena pada prinsipnya berpikir positif adalah menumbuhkembangkan keyakinan bahwa diri mampu mewujudkan cita-cita dan juga memampukan untuk melihat hal-hal bermanfaat dari suatu masalah atau pun kegagalan,” jelas Dr. Muh. Safar.

Ketiga adalah mahasiswa harus rajin kuliah. “Tugas utama seorang mahasiswa adalah kuliah. Sudah jelas seorang mahasiswa haruslah rajin kuliah sampai lulus yang merupakan suatu hal yang tidak terbantahkan. Rajin kuliah bukan berarti kita hanya kuliah (belajar) dan tidak berhubungan dengan dunia luar,” tambahnya.

Jika kita pandai mengatur waktu, kita dapat mengisi hari-hari kita dengan kegiatan lain yang bermanfaat seperti bergaul, organisasi, dan olahraga.

“Apalagi saat ini kita serba terfasilitasi oleh teknologi sehingga semuanya bisa kita laksanakan dengan manajemen waktu yang baik. Disinilah seorang mahasiswa harus memiliki kemandirian yang mumpuni. Jangan menganggap bahwa rajin kuliah membuat kita terisolasi dari dunia luar,” tutup nya.

Penulis : Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.