Gebrakan Baru Tim PKMM STKIP Bone, Ubah Limbah Menjadi Pestisida Cair Alami

oleh -46 x dibaca
Hasil Pelatihan Tim PKMM STKIP Muhammadiyah Bone dalam bentuk kemasan

KAHU, TRIBUNBONEONLINE.COM–Masalah yang dihadapi di Indonesia, begitu juga dengan negara lainnya saat ini yaitu wabah Covid-19. Dampak yang sangat menyedihkan adanya Pandemi Covid-19 yaitu mengharuskan seluruh kegiatan work from home, tak terkecuali pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) dari STKIP Muhammadiyah Bone dengan judul “Pemberdayaan Kelompok Tani Maddaung Melalui pemanfaatan Tempurung Kelapa, tongkol jagung dan sekam padi sebagai pestisida cair ramah lingkungan”.

Tim ini diketuai oleh Nurlia Mahasiswi STKIP Muhammadiyah Bone Kampus C (Kahu) melaksanakan pelatihan pembuatan pestisida cair alami secara daring dengan mitranya melalui via WhatsApp. Mitra dari tim satu ini yaitu Kelompok Tani Maddaung Dusun Hadong Desa Latellang Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone.

Dari rilis yang diterima Tribun Bone, Rabu (23/09/2020), Hasil dari pelatihan yang dilakukan bersama mitranya, meskipun secara daring namun sangat mengejutkan. Hal ini karena mitra sangat antusias menerima materi dan nantinya mempraktekan langsung secara mandiri.

“Proses pelatihan yang dilakukan berjalan dengan lancar dan antusias mitra sangat luar biasa,” tutur Muh. Ilham Ridwan salah seorang anggota tim 1 PKMM STKIP Muhammadiyah Bone.

Inovasi yang ditawarkan tim PKMM ini kepada mitranya aitu pestisida cair alami dari limbah tempururng kelapa, tongkol jagung dan sekam padi, hal ini sehubungan dengan masalah limbah yang dihadapi oleh banyak masyarakat.

“Pestisida cair alami dari limbah tempurung kelapa, tongkol jagung dan sekam padi memiliki banyak kandungan selulosa, lignin, dll. Perpaduan ketiga limbah sangat bagus dalam menanggulangi hama dan membantu percepatan pertumbuhan tanaman” ungkap Ketua Tim, Nurlia Mahasiswi Prodi Matematika.

Mahasiswi semester tujuh ini, berharap dengan adanya pelatihan yang Tim PKMM ubah limbah menjadi pestisida cair alami dapat membantu petani meningkatkan hasil panen nya.

“Kami harapkan dengan adanya pestisida cair alami ini dapat membantu meringankan beban masalah limbah, masalah hama, sehingga dapat meningkatkan kualitas panen dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya mitra yaitu kelompok tani maddaung,” pungkas Nurlia. (*/Ipp_17)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.