STKIP Bone Lakukan Workshop Kurikulum Kampus Merdeka – Merdeka Belajar

oleh -275 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bone melakukan Workshop Kurikulum Kampus Merdeka. Hal ini dilakukan untuk mendukung program Mentristekdikti dengan mendesain kurikulum yang fleksibel serta mampu mengadaptasi situasi normal baru di tengah pandemi Covid-19.

Kurikulum kampus merdeka- merdeka belajar bertujuan memudahkan mahasiswa mendapatkan hak belajar tiga semester diluar prodi atau diluar Perguruan Tinggi (PT) sebagaimana yang ditetapkan dalam program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.

Workshop Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdekaā€¯ yang digelar secara tatap muka dilaksanakan selama dua hari yaitu Jumat – Sabtu’ 20 – 21 November 2020.

Workshop kali ini diikuti 27 peserta dari 8 Program Studi. Materi yang diberikan adalah penyampaian tentang Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang mewajibkan mahasiswa untuk melakukan perkuliahan tiga semester atau 60 SKS diluar dari Program Studinya. Selain itu juga diberikan cara penyusunan RPS dan dan penggunaan aplikasi open learning.

“Kurikulum Kampus Merdeka yang akan disusun harus sejalan dengan kebutuhan pemerintah, masyarakat, maupun industri,” ungkap Dr. Jamaluddin’ S.Sos.,M.Si selaku Pemateri yang juga merupakan Rektor Universitas Sidrap.

Pada kegiatan kali ini, Ketua STKIP Muhamadiyah Bone, Dr. H. Muhammad Jafar, M.Pd memberikan arahan kepada peserta workshop agar mengikuti kegiatan ini secara mendalam sehingga semua materi yg diberikan oleh pemateri bisa dipahami dengan baik.

Lanjut, Dr. H. Muhammad Jafar mengatakan, bahwa untuk melakukan perubahan kurikulum perlu menghadapi berbagai tantangan dan yang terpenting adalah semangat dan motivasi serta kesabaran dalam menyikapi perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Sementara Dr. Muh. Safar, M. Pd selaku ketua panita diakhir kegiatan menyampaikan kepada seluruh peserta workshop agar terus berlatih dalam merancang kurikulum terutama RPS.

Hal ini disebabkan karena RPS pada kurikulum Merdeka Belajar berbeda dengan KKNI. Dengan demikian sebagai tindak lanjut lanjut dari kegiatan ini tetap akan diadakan pertemuan per prodi untuk lebih memantapkan kurikulum dan menyusun RPS untuk semua mata kuliah.

Wakil Ketua I STKIP Muhammadiyah Bone ini, menambahkan, untuk itu dibutuhkan kekompakan dosen di prodi tersebut untuk bekerja sama sehingga akan menghasilkan RPS yang lebih baik. “Jika pada semester ini sudah rampung RPS nya maka insya Allah sudah bisa kita implementasikan kepada mahasiswa semester 6 yang akan datang,” ungkapnya. (*/Ipp_17)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.