Kartu Tani Berlaku Januari 2021

oleh -593 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Kementrian Pertanian Republik Indonesia bersama anggota DPR RI menggelar sosialisasi percepatan program Kementerian Pertanian Republik Indonesia
di Hotel Helios Watampone, Ahad (20/12/2020).

Dalam kegiatan tersebut membahas berbagai hal mengenai pertanian diantaranya kartu tani dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) rencananya akan berlaku efektif Januari 2021.

Hal tersebut disampaikan Kasubdit Pupuk Direktorat Pupuk dan Pestisida Kementan RI, Yamti. Kartu tani dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia rencananya akan diberlakukan efektif pada Januari 2021.

“Beberapa wilayah di Indonesia telah memberlakukan kartu tani dan rencananya kartu ini mulai berlaku efektif Januari,” katanya.

Dihadapan para penyuluh dan kelompok tani Bone Yantimengatakan, kartu tani ini sebagai bentuk implementasi perlindungan pemerintah kepada petani. Hal ini telah tertuang Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Dengan kartu ini, kata dia, petani dapat kepastian jaminan pupuk bersubsidi. Kuota pupuk bersubsidi pun dapat diketahui.

“Memudahkan akses mendapat pupuk bersubsidi dan bantuan pembiayan lain,” tambahnya.

Kata dia total alokasi untuk semua jenis pupuk bersubsidi di Bone sesuai eRDKK sebanyak 327.367 ton. Sementara alokasinya, sebanyak 102.222 ton. Realisasinya mencapai 98.083 ton atau 95.95 persen.

Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin mengataka, kartu tani bisa mengurangi penyimpangan masalah pupuk.

Tetapi ia menyatakan kartu tani jangan dijadikan syarat di tahun 2021 untuk petani mengambil pupuk.

“Jangan dijadikan syarat utama di tahun 2021 untuk ambil pupuk karena infrastruktur kartu tani ini belum siap, akan jadi masalah nantinya. Jadi nanti bisa KTP yang digunakan dulu bagi petani yang belum memiliki kartu tani,” harapnya

Dengan adanya kartu tani tidak ada lagi kelangkaan pupuk. Petani yang memiliki kartu ini akan dapat jatah pupuk sesuai alokasinya.

Andi Akmal menyampaikan, sebenarnya pupuk tidak langka. Cuma ada distributor dan pengecer yang nakal. Ada pula petani yang tidak masuk dalam kelompok tani.

“Ada distributor dan pengecer yang nakal. Mereka jual di tempat lain,” ujarnya.
Menurutnya, permainan pupuk bersubsidi ini harus ditindak. Mulai dari komisi pengawasan pupuk dan pestisida, Dinas Pertanian, jaksa dan polisi harus menangkap dan menpidanakan mereka.

Andi Akmal berharap yang buat curang harus diproses secara hukum dan ditindak tegas.

Penulis : Ilham Iskandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.