KUR Bone Terbesar di Sulsel

oleh -304 x dibaca

TRIBUNBONEONLINE.COM–Realisasi KUR April 2021 di Sulsel, Bone Terbesar. Meskipun masih dalam masa pandemi Corona, tetapi realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bone sampai dengan April 2021 mencapai sebesar Rp.386,07 miliar dan merupakan tertinggi pertama bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sampai dengan April 2021, realisasi KUR di Kabupaten Bone tercatat sebesar Rp.386,07 miliar atau 9,90 persen dari total realisasi KUR di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp.3,90 triliun.

Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Bone juga merupakan yang terbesar kedua yaitu sebanyak 9.665 debitur atau 10,13 persen dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 108.220 debitur sampai April 2021.

Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Bone, yaitu sebesar Rp.290,06 miliar atau 75,13 persen dari total realisasi sebesar Rp.386,07 miliar. Disusul, Kredit Kecil sebesar Rp.85,95 miliar atau 22,26 persen, dan Kredit Super Mikro (Supermi) sebesar Rp.10,06 miliar atau 2,61 persen.

Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Bone, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi sampai April 2021 yaitu sebesar Rp.327,00 miliar atau 84,70 persen dari total sebesar Rp.386,07 miliar, disusul Bank Mandiri sebesar Rp.32,16 miliar atau 8,33 persen. Bank BNI sebesar Rp.22,04 miliar atau 5,71 persen, BRI Syariah sebesar Rp.2,95 miliar atau 0,76 persen, Bank Sulselbar sebesar Rp.1,02 miliar atau 0,26 persen dan Bank Syariah Mandiri sebesar Rp.0,89 miliar atau 0,23 persen.

Sementara itu, bila dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Bone terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR sampai April 2021 yaitu sebesar Rp.240,57 miliar atau 62,31 persen, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp.101,84 miliar atau 26,38 persen dan sektor Perikanan sebesar Rp.14,09 miliar atau 3,65 persen.

Sementara itu, sisanya terdistribusi di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu mendapat perhatian dan terus dikembangkan.

Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman berharap di tengah pandemi Corona saat ini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah karena mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah. UMKM bangkit, Indonesia Kuat.(*/dar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.