KKN UNHAS LIRIK POTENSI GULA AREN DI PATIMPENG

oleh -587 x dibaca

PATIMPENG, TRIBUNBONEONLINE.COM-– Potensi sumber daya alam berupa pohon aren sebagai bahan baku pembutan gula merah cukup melimpah di Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone, namun hal ini belum dikelolah dengan baik, disebabkan oleh kurangnya sumber daya manusia dan masih dikelolah secara tradisional.

Hal inilah yang dilirik mahasiswa KKN Gel. 106 Universitas Hasanuddin yang berposko di wilayah Bone 6.4 dan Bone 6.5 untuk membantu warga agar para petani pembuat gula merah di daerah ini dapat meningkatkan kualitas produksi serta pemasarannya. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja perhutanan sosial.

Alif Rahmat Subardi, mahasiswa KKN Unhas bersama teman-temanya mengunjungi dan melihat langsung proses pembuatan gula aren yang ada di sekitar hutan Desa Talabangi Kecamatan Patimpeng, Selasa (6/7/2021).

“Di desa ini ada Kelompok Tani Hutan (KTH) dan memiliki beberapa usaha yang dilakukan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) salah satunya pembuatan gula merah yang proses pembuatannya masih tradisional dan dilakukan secara turun temurun sejak puluhan tahun yang lalu,” ungkap Alif.

Sementara itu, Ahmad Mulyadi, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Talabangi Kecamatan Patimpeng mengaku saat ini para petani pembuat gula merah kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk proses pembuatan gula merah. Selama ini mereka memanfaatkan kayu bakar untuk memasak gula aren, namun terkendala dengan larangan melakukan penebangan pohon sembarang karena masuk dalam wilayah hutan lindung.

Selain terkendala dengan bahan bakar, para petani gula aren juga masih terkendala dengan pemasaran, selama ini gula arenĀ  hanya dijual di pasar-pasar tradisional yang ada di daerah ini. Sejumlah pengumpul juga biasanya datang ke desa ini, namun harga jualnya relatif lebih murah.

Terkait dengan proses pemasarannya, Alif mengaku dari mahasiswa KKN Unhas akan membantu petani dalam membuat kemasan yang menarik.

“Mereka terkendala proses pemasaran, dijual dengan harga murah karena gula merah yang mereka buat itu tidak memakai kemasan, makanya kurang menarik bagi orang-orang untuk membelinya. Jadi rencananya kita akan bantu menyiapkan kemasan yang menarik untuk produksi gula merah ini,” ungkapnya.

Penulis : Julfiadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.