Batal Pelaksanaan Haji, Penyuluh Agama Ponre Sampaikan Amalan Setara Pahala Haji

oleh -39 x dibaca

PONRE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Gema takbir menggema di setiap masjid dari kota hingga pelosok desa. Hal ini menandakan bahwa hari Raya Idul Adha akan dilaksanakan esok hari (Selasa, 20 Juli 2021). Meski masih dalam pandemi Covid-19 Kabupaten Bone dalam zona kuning, pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melaksanakan Shalat Idul Adha di masjid tetapi harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Hari yang sangat penting dan bersejarah bagi umat Islam, karena diwaktu yang bersamaan ada dua tuntunan bagi umat Islam yakni pelaksanaan ibadah haji dan anjuran untuk berkurban. Semestinya hari ini jutaan umat Islam dari berbagi suku, bangsa, ras, bahasa dan warna kulit menyatu dan berbaur dalam mengagungkan asma Allah dalam pemenuhan panggilan suci dalam pelaksanaan ibadah haji. Namun, karena dunia masih dalam masa pandemi Covid-19 sehingga pelaksanaan ibadah haji untuk jamaah Indonesia dan berbagai negara lain dibatalkan.

Irfan Syamda, sebagai khatib Idul Adha di Masjid Baiturrahman Desa Salebba, yang juga merupakan salah satu penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Ponre, membeberkan pembatalan haji bukalah kali pertamanya terjadi.

“Pembatalan ibadah haji bukanlah hanya dua tahun terakhir ini, namun dalam catatan sejarah sudah beberapa kali penundaan pelaksanaan ibadah haji dengan berbagai penyebab, seperti pada tahun 1837 terjadi wabah Epidemi dan tahun 1846 terjadi wabah kolera,” ungkapnya.

Untuk membangkitkan semangat dan motivasi ibadah, agar senantiasa meningkatkan kualitas iman dan taqwa, khatib juga menyampaikan berbagai amalan yang dapat dilakukan dengan pahala setara dengan haji dan umrah.

“Meski pelaksanaan ibadah haji tahun ini ditiadakan, kita tidak boleh berkecil hati apalagi berprasangka tidak baik kepada berbagai pihak, tetapi marilah kita sama-sama memperbaiki diri meningkatkan ketaqwaan kepada Allah. Ada beberapa amalan yang Allah janjikan pahalanya setara dengan haji dan umrah, diantaranya 1) Berbakti kepada orang tua; 2) Shalat berjamaah di masjid; 3) Membaca tasbih, tahmid, dan takbir seusai shalat fardhu; 4) Menghadiri majelis ilmu; 5) Berdiam di masjid seusai shalat subuh di masjid sampai terbit matahari dan shalat sunah dua rakaat; dan 6) Bertekad untuk haji,” jelas Irfan Syamda.

Di akhir khutbahnya, khatib mengajak para jamaah untuk senantiasa berdoa agar pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dan Indonesia dapat kembali bangkit. Serta mengimplementasikan nilai-nilai kurban dalam kehidupan bermasyarakat, menumbuhkan sifat persaudaraan dan keikhlasan dalam berbagi, apalagi di masa pandami seperti ini.

“Di masa pandemi ini, marilah kita saling mendoakan, saling berbagi, dan saling menjaga. Tidak ada perbedaan diantara kita, karena pada dasarnya kita satu meski dibedakan dalam berbagai suku, bahasa, warna kulit, bahkan agama sekalipun, namun kita harus tetap saling menjaga, sebagai wujud persatuan dan kesatuan diantara kita,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.