PKM-PM UNIM Bone Lakukan Penyuluhan Pemanfaatan Baju Bekas di Desa Maddanreng Pulu Kecamatan Patimpeng

oleh -50 x dibaca

PATIMPENG, TRIBUNBONEONLINE.COM-Setelah beberapa tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone lolos untuk bersaing kancah nasional bersama Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia yang didanai oleh dirjen Belmawa Kemendikbut, akhirnya dapat menstimulus mahasiswa untuk aktif dan inovatif dalam membuat sebuah karya unik seperti taplak meja khas bugis.

Program yang dirancakan ini bertujuan untuk membantu generasi dalam membangun kreativitas di masa mendatang dan telah terselanggarakan di Desa Maddanreng Pulu Kecamatan Patimpeng beserta dengan warga Desa, dengan materi penyuluhan terkait manfaat dan pendaur ulang baju bekas sobek di Desa Maddanreng Pulu Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

Putri Damayanti selaku tim menjelaskan bahwa dari penerapan program diperoleh baju bekas sobek, berdasarkan hasil survey melalui observasi kepada mitra mengenai kuantitas baju bekas sobek cukup potensial dimana setiap saturumah ada satu karung baju bekas yang sudah tidak terpakai serta masih banyak yang tersimpan dilemari.

“Untuk mengurangi jumlahnya, biasanya dibuang maupun dibakar. Mudahnya sobek baju yang dikenakan oleh masyarakat akibat, mata pencaharian warga banyak bergelut di ladang maupun kebun tebu sebagai pekerja lahan tebu rakyat oleh PTPN IV Camming Kabupaten Bone. Baju bekas yang telah sobek ditumpuk begitu saja tanpa adanya pengolahan atau ide-ide maupun gagasan untuk mengubahnya jadi produk yang memiliki nilai ekonomis,” jelas Putri Damayanti Jumat, 6 Agustus 2021.

Pelaksanaan kegiatan pengolahan Baju Bekas Sobek sebagai taplak meja serut dilakukan pada mitra sasaran yaitu ibu PKK Desa Maddanrengulu, Kecamatan Patimpeng sangat berpotensi sebab memiliki banyak waktu luang.

Lebih lanjut Putri menjelaskan, Pegolahan Baju Bekas Sobek sebagai taplak meja serut khas Bugis ini dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan taplak meja serut khas Desa Maddanreng pulu Kecamatan Patimpeng dengan kombinasi jerami yang banyak tersedia juga menumpuk tidak terolah sama sekali dan hanya digunakan sebagai pakan sapi.

“Sisa jerami biasanya hanya dibuang ataupun dibakar yang dapat berakibat fatal pada pencemaran udara dan kesehatan warga,” katanya.

“Kamipun akan selalu untuk dapat tembus PIMNAS dan meraih Medali emas serta mendiseminasikan olahan baju bekas sobek sebagai taplak meja serut khas bugis di Indonesia khususnya di Kabupaten Bone,” tambah Rini selaku anggota Tim. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.