Warga Gotong Royong Buat Pagar Pembatas Jembatan Lawari Menggunakan Bambu

oleh -552 x dibaca

PONRE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Setelah pembatas jembatan Lawari sebelah kanan (Apabila Dari Arah Selatan) Desa Bolli Kecamatan Ponre Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan ambruk tertimpa pohon besar yang berada disisi jembatan pada Sabtu dini hari, (28/8) saat air sungai Lawari meluap.

Meskipu warga tidak mengetahui persis pukul berapa pohon tersebut tumbang, namun warga menduga pohon tersebut tumbang akibat terjangan air bah, sehingga pada saat tumbang pohon tersebut kearah jembatan dan menimpa jembatan Lawari yang mengakibatkan pagar atau pembatas jembatan rubuh. Dugaan tersebut karena adanya sisa daun dan pohon (ranting) berserakan dibadan jembatan.

Khawatir terhadap pengguna jalan utama bagi anak – anak, warga memperbaiki pembatas jembatan dengan cara membentangakan bambu pada bagian pembatas jembatan rusak.

Hal tersebut salah satu bukti kepedulian dan keperhatiannya warga terhadap kondisi Jembatan Lawari Desa Bolli Kecamatan Ponre yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

Warga terlihat bersemangat dan antusias melakukan perbaikan secara swadaya. “Pembatas besi yang ambruk diganti menggunakan bambu, demi menjaga keselamatan masyarakat yang sering melewati jembatan Lawari, selain itu genangan air dibuang dengan cara membuat saluran sekaligus meratakan badan jalan bergelombang di jembatan,” ungkap Irfan salah satu warga Bolli saat melakukan perbaikan bersama warga lainnya pada Ahad, (29/8/21).

Selain itu, jembatan yang sudah dinggap lanjut usia diperkirakan mempunyai ketinggian sekitar 20 meter dari permukaan sungai semakin dikhwatirkan, pasalnya warga merasakan adanya getaran apabila ada kendaran melewati jembatan, apalagi setelah diterjang air bah dan ditimpa pohon.

“Terima kasih buat pengendara yang melintas dan warga sekitar yang menyisihkan sebagian hartanya untuk konsumsi kami saat bekerja,” ungkap owner bakbar_17 Rasa Uddani tersebut.

“Besar harapan masyarakat agar jembatan yang berada di jalan poros Kota Watampone dengan Ibu Kota Kecamatan Ponre agar bisa dilakukan perbaikan sebelum adanya korban,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi bahwa jembatan tersebut selalu menjadi usulan setiap Musrenbang, akan tetapi sampai saat ini belum terealisasi juga.

Penulis : Hairil Hamka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.