Ikut Sosialisasikan Moderasi Beragama, Mahasiswa KKN UNIM Bone Rela Kehujanan

oleh -88 x dibaca

PONRE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program kampus agar mahasiswa dapat berbaur dan beradaptasi dengan masyarakat, sehingga setelah selesai pendidikannya di kampus dapat memahami dunia nyata di kehidupan masyarakat serta mampu memposisikan dirinya sebagai insan terpelajar dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapatkan selama dibangku kuliah.

Wujud kerja nyata yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone selain pelaksanaan program-program kerja yang telah disusun, juga termasuk ikut berpartisipasi dalam mensosialisasikan moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat, khususnya di majelis taklim bersama penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Ponre. Kamis (9/9/2021).

“Kami sangat senang setelah diajak dan dapat bergabung dalam kegiatan sosialisasi beragama, yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Ponre di wilayah kami melalukan KKN yaitu Desa Tellu Boccoe. Meskipun kami belum tahu jelas dimana lokasi yang akan dituju karena jarak yang cukup jauh dari Kantor Desa dengan akses jalan yang sangat ekstrem,” ungkap Kiki Wahyuni salah satu peserta KKN UNIM Bone.

Perjalanan menuju lokasi binaan membutuhkan waktu dua jam, meski masih dalam satu desa namun untuk sampai di Masjid Nurul Amin Dusun Laule terlebih dahulu harus keluar ke Ureng Kecamatan Palakka hingga Kecamatan Ulaweng, jadi harus melewati beberapa kecamatan untuk samapai di lokasi tujuan karena susahnya akses jalan untuk potong kompas antara dusun yang satu dengan yang lainnya. Meski demikian tidak menyurutkan semangat para penyuluh dan mahasiswa KKN UNIM Bone.

Keseruan semakin bertambah ketika perjalanan pulang. Tanjakan dan turunan yang curam ditambah hujan membuat jalannan makin licin dan ekstrim. Tidak ada pilihan lain, selain harus tetap meniti jalan yang licin dan kehujanan di atas mobil pick up. Sesekalali muka tegang dan teriakan terdengar ketika mobil kandas atau ban mobil tergelincir.

“Perjalanan yang cukup berkesan, meski kehujanan dan panik melewati jalan yang sangat licin namun memberikan pengalaman baru bagi kami.

Selain itu, meski ini tidak masuk dalam program kerja kami tetapi siap mendukung dan membantu penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Ponre dalam mensosialisasi moderasi beragama di masyarakat,” ujar Sri Rahayu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.