UPT SLBN 1 Bone Laksanakan Coaching Clinic Bocce

oleh -193 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Special Olympics Indonesia (SOIna) Club’s UPT SLBN 1 Bone melaksanakan Coaching Clinic Bocce bagi Guru SLB se Kabupaten Bone.

Kegiatan yang dihadiri Guru, Pelatih dari SLB seKabupaten Bone itu digelar di ruang pertemuan UPT SLB Negeri 1 Bone di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu, (23/10/21).

“Tujuan dilaksanakan olahraga Bocce untuk memberikan wawasan dan teknis pelaksanaan olahraga Bocce,” ungkap Rahmawati, S. Pd, selaku Ketua Panitia.

Sementara itu, Kepala UPT SLBN 1 Bone, Jamaluddin, S.Pd., M.Pd. menjelaskan tentang olahraga Bocceb saat memberikan materi “Strategi Pengembangan SOIna Club’s di Daerah”.

“Special Olympics Indonesia (SOIna) adalah suatu organisasi keolahragaan dan sosial nirlaba yang menangani pembinaan dan pelatihan olahraga khusus bagi penyandang disabilitas intelektual (Tunagrahita), yang tujuan utamanya mengangkat harkat dan martabat para penyandang disabilitas intelektual (Tunagrahita), agar memperoleh pengakuan atas haknya sebagai warga negara yang memiliki kesempatan yang sama, untuk berbuat baik, berjuang dan berprestasi bagi daerah dan bangsa Indonesia melalui olahraga,” ungkap Jamaluddin.

Maka dari itu, lanjut Sekretaris Pengurus Provinsi Special Olympics Indonesia (SOIna) Sulawesi Selatan, “Sekolah Luar Biasa di daerah dapat mengambil peran untuk membentuk SOIna Club’s sebagai wadah dalam mengembangkan potensi anak Penyandang Disabilitas Intelektual (Tunagrahita) khususnya di bidang olahraga”, tuturnya.

Jamaluddin juga menjelaskan berbagai event telah disediakan bagi mereka penyandang disabilitas intelektual (Tunagrahita) mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi sampai ke tingkat dunia (Internasional). Kegiatan ini juga sebagai persiapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah (PORDA) tingkat Provinsi yang akan digelar pada bulan Januari 2022, kemudian akan dilanjutkan Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) akan digelar pada Juni 2022.

Cabang olahraga yang dilombakan khusus Tunagrahita, selain olahraga Bocce, ada juga Atletik, basket, tenis meja, bulutangkis, renang, futsal, dan lainnya. Dari hasil seleksi Nasional tersebut, akan dilanjutkan ke tingkat Internasional, Special Olympics World Games yang akan digelar di Berlin Jerman 2023 mendatang.

“Sebagai pelatih perlu mempersiapkan secara dini atlet-atlet atau anak-anak Penyandang Disabililitas Intelektual (Tunagrahita) kita agar dapat memperoleh prestasi untuk dipersebahkan kepada Kabupaten Bone tercinta,” harap Jamaluddin.

Rusman Sidik, S.Pd. selaku pemateri Kedua menjelas kepada peserta tentang sejarah olahraga Bocce, teknik permainan Bocce. Selain itu dijelaskan pula Bocce menjadi lebih popular secara umum sebagai suatu olahraga internasional untuk kompetisi dan rekreasi.

“Federasi Internasional Bocce adalah Special Olympics. Karena itu peraturan dan ketentuan ini harus menjadi pegangan dalam kompetisi. Bocce menjadi lebih popular secara umum sebagai suatu olahraga internasional untuk kompetisi dan rekreasi, di Special Olympics Indonesia cabang olahraga ini (Bocce) dimainkan oleh penyandang disabilitas intelektual (tunagrahita), termasuk Down Syndrome,” jelasnya.

Bocce memiliki dasar permainan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja, bocce adalah olahraga untuk semua orang, umur, jenis kelamin dan kemampuan, sehingga tidak perlu kekuatan, stamina, kecepatan atau ketangkasan seperti cabang olahraga lain, selain itu bisa juga kompetisi dan non kompetisi.

Setelah dijelaskan tentang teori olahraga Bocce, dilanjutkan praktek yang dilaksanakan di lapangan UPT SLBN 1 Bone, Coaching Clinic tersebut dipandu Sukmawati, S.Pd., selaku Guru UPT SLBN 1 Bone. (h2i)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.