Kelompok Tani Di Ponre Pertanyakan Keberadaan Stempel Dan Buku Rekening, Kepala BPP Lama Dan Sekarang Saling Tunjuk

oleh -44 x dibaca

PONRE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Sejak pergantian Kepala BPP Kecamatan Ponre beberapa tahun lalu, sejumlah Kelompok Tani di Kecamatan Ponre mempertanyakan keberadaan stempel dan buku rekening kelompoknya.

Pasalnya sejak H. Gesma menggantikan Kepala BPP sebelumnya (Samula) di 2017 lalu sejumlah kelompok tani tidak pernah lagi melihat stempel dan buku rekening kelompoknya.

Sehingga hal tersebut mengundang tanda tanya dan menjadi perbincangan dikalangan kelompok tani. “Selama dia (H. Gesma) tidak pernah saya lihat buku rekening kelompok ku, begitupula stempel, begitupula beberapa kelompok tani lainnya mengaku semenjak dia (H. Gesma) tidak pernah lihat stempel dan buku rekeninnya,” ungkap salah satu kelompok tani yang berada di Ponre.

“Dulu sewaktu pak Samula sering jhe di lihat stempel dan buku rekening ta, soalnya setiap ada pencairan dana bantuan, pak Samula panggil kita untuk melakukan pencairan dana, tapi sejak H. Gesma tidak pernah maki di panggil,” keluhnya.

Sementara itu Kepala BPP Kecamatan Ponre, H. Gesma saat dikonfirmasi terkait adanya sejumlah kelompok tani yang tidak memegang stempel dan buku rekeningnya sejak dirinya menjabat sebagai Kepala BPP di Ponre membantah hal tersebut.

“Tabe ndi itu tidak betul, konfirmasi ulang kepala BPP tahun berapa yang ambil stempel kelompok tani tersebut, karena saya mengganti kepala BPP yang lalu ndi, kita hubungi pak Samula mengenai stempel dan buku rekening kelompok tani,” ungkap H. Gesma saat dikonfirmasi melalui sambungan WA nya.

Sehingga melalui pernyataan H. Gesma, perpenulis berita ini mencoba mengkonfirmasi Kepala BPP Ponre yang lalu, Samula, “Ooh… saya tidak tahu menahu rekening kelompok tani, kalau sekarang itu tidak ada meng mhe buku rekening, karena bantuan lansung, kalau stempel masing – masing dipegang oleh kelompok, karena saya lihat kalau ada bantuan di stempel jhe,” ungkap Kepala BPP Mare, Samula kepada Tribun Bone saat di konfirmasi melalui sambungan telponnya.

Samula juga menjelaskan bantuan yang diberikan kepada kelompok tani merupakan bantuan langsung sehingga tidak lagi membutuhkan buku rekening, “tidak ada memang bantuan berupa uang, bantuan langsung, barang yang lansung diserahkan, saya lihat kalau ada bantuan berita acaranya di stempel jhe, berarti ada jhe stempelnya itu kelomok, kalau soal stempel tidak ada mhe saya pegang karena sudah lama saya pindah, 2017 saya pindah kesini (Kec. Mare),” tutur Samula berusaha meyakinkan.

Setelah beberapa hari berikutnya penulis berita ini kembali menghubungi H. Gesma, dan mencoba menanyakan apa yang telah disampaikan pak Samula.

“Tabe tanyaki tahun berapa diambil itu stempelnya, siapa yang dia kasi itu stempel ndi, Gesma atau Samula. Tabe ndi stempel yang kita pertanyakan atau yang diambil Pak Samula saya juga tdk tahu dimana sekarang ndi,” ungkap H. Gesma melalui WA pribadinya pada Rabu, (27/10/2021). (Hamka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.