Isu Perubahan Iklim dan Perdagangan Karbon, Begini Kata Andi Yuliani Paris

oleh -494 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Dengan adanya Isu Perubahan Iklim dan Perdagangan Karbon Anggota MPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DR. Ir. Hj. Andi Yuliani Paris, M.Sc angkat bicara.

Berdasarkan informasi yang diterima Andi Yuliani Paris mengatakan, Sesuai dengan Paris Agreement (Perjanjian Paris) yang diratifikasi melalui UU No 16 tahun 2016, NDC Indonesia menetapkan target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen tanpa syarat (dengan usaha sendiri) dan 41 persen bersyarat (dengan internasional support) pada 2030.

“Kontributor emisi dan target penurunan emisi adalah dari sektor Kehutanan dan¬†energy¬†(97 persen). Pada 2020 sektor energi telah menyumbang penurunan emisi karbon hingga 64 juta ton,” katanya melalui pesan WhatsApp nya Jumat, 19 November 2021.

Lanjut Andi Yuliani Paris, Kepentingan Indonesia dalam mitigasi dan adaptasi pengendalian emisi GRK berdasarkan pada Paris Agreement (Perjanjian Paris) pada Pengajuan Nationally Determined Contributions (NDC) Pertama. Juga Result Base Payment (RBP)/Pembayaran Dasar Hasil Norwegia dan Green Climate Fund (Dana Iklim Hijau) dengan berbasiskan dokumen LTS dan LCRR 2050 dengan target penurunan emisi 2030 menuju Net Zero Emission (Emisi Nol Bersih).

“Untuk itu strategi dari Pemenuhan GAP Fiskal diantara 1. Dengan Penguatan Kebijakan Fiskal. 2. Peningkatan Ekosistem untuk investasi swasta.3. Instrumen Pembiayaan inovatif Green SUKUK, BPDLH/LH Fund dan lainnya. 4. Peningkatan akses pendanaan global (green climate fund / Dana Iklim Hijau, global environment facility / fasilitas lingkungan global dan lain-lain). 5. Carbon Trading (Perdagangan Karbon),” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.