Melirik aktivitas warga Pesisir Kajuara

oleh -213 x dibaca

MENJARING REZEKI DARI PENJUALAN IKAN KERING

Laporan Julfiadi, Wartawan Tribun Bone

POTENSI hasil laut yang melimpah, dari hasil tangkapan nelayan di perairan Teluk Bone menjadi berkah tersendiri bagi warga pesisir. Seperti yang dirasakan oleh warga pesisir perbatasan Kabupaten Bone dan Kabupaten Sinjai, tepatnya di perkampungan Laggoppo Desa Massangkae Kecamatan Kajuara.

Meskipun dibatasi oleh sungai Tangka, namun hal ini tidak menyurutkan semangat warga untuk mengarungi kehidupan dengan menjaring rezeki dari hasil penjualan ikan kering.

Ikan hasil tangkapan nelayan yang dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lappa Kabupaten Sinjai, dibeli oleh warga untuk dikeringkan, setelah kering lalu dijual kembali.

Seperti yang dilakukan Ufe salah satu warga Laggoppo yang sudah lama menjalani aktifitas sebagai penjual ikan kering.

Ketika ditemui Tribun Bone, Selasa (4/1/2022) Ufe mengaku hanya dapat menghidupi sendiri keluarganya dari hasil penjulan ikan kering ini. Ikan yang dibeli dipelelangan kemudian dijemur di atas jaring yang dibingkai dengan bilah-bilah bambu. Proses penjemuran memakan waktu sampai tiga hari, tergantung kondisi cuaca saat itu.

Hal yang sama disampaikan Hj. Suka. Wanita yang sudah lanjut usia ini mengaku, yang pertama kali tinggal dan melakoni pekerjaan sebagai penjual ikan kering di perkampungan Laggoppo ini.

“Saya yang pertama kali, bersama tetangga saya yang namanya Appe, menjual ikan kering di kampung ini. Saat itu belum ada rumah disini, sekarang sudah banyak yang mengikuti,” kenangnya.

Saat ini sejumlah warga mulai menggantungkan hidupnya dari hasil penjulan ikan kering ini. Maka tak heran jika kita memasuki perkampungan Laggoppo ini, tempat jemuran ikan kering nampak berjejer di sepanjang jalan, di depan rumah-rumah warga.

Hj. Suka mengaku, dulu ikan kering yang sudah dijemur dijual di pasar. Setelah menjemur pagi harinya, ia kembali harus bergegas pergi ke pasar menjual ikan keringnya, namun sekarang warga tinggal menjual ikan keringnya di TPI Lappa Sinjai mulai sore sampai malam hari.

“Sekarang sudah enak karena, sudah tidak dijual di pasar lagi. Kalau sore, sudah sholat Ashar menyeberang’mi di pelelangan menjual sampai malam,” ungkap Hj. Suka.

Hj. Suka mengaku saat ini sudah tidak pergi menjual ikan kering lagi, namun dilanjutkan oleh anak dan menantunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.