Tribun Bone dan Arus Distrupsi Teknologi Digital

oleh -161 x dibaca

Catatan Pinggir: Bahtiar Parenrengi

MASIH terlalu pagi, H Andi Asdar menyambangi saya. Dengan stelan sederhana, kayak sosok ustadz menyapa saya yang baru saja tiba di kedai jualan. Setelan baju kaos dan sarung palekat serta dilengkapi kopiah langsung menyapa saya dengan penuh keakraban.

Memang, setiap bertemu dengan kandidat Doktor Komunikasi ini selalu dalam suasana keakraban. Bercengkrama sambil mendiskusi berbagai hal, termasuk terkait media. Saya sangat paham karakternya. Begitupun kemampuannya dalam menangani media.

Saya masih ingat saat menjadi wartawan Harian Pedoman Rakyat di tahun 90an hingga surat kabar ini tak mampu lagi bertahan. Andi Asdar sangat diperhitungkan saat itu.

Keberaniannya menulis dan mengangkat berita tidak diragukan. Hingga suatu hari harus dijemput oleh pengamanan karena tidak terima dengan berita yang ditulisnya.

Dari segi kewartawanan, bukan lagi kacangan. Puluhan tahun bergelut dalam dunia tulis menulis itu, telah membuat dirinya makin dewasa. Untuk itulah, ketika mendirikan sebuah media lokal, Harian Tribun Bone, saya tidak meragukannya. Saya selalu memberi semangat ketika bertemu.

Hari ini, Tribun Bone berulang tahun yang ke 11 tahun. Waktu yang tidak singkat berjuang untuk bertahan. Waktu 11 tahun merupakan waktu yang cukup lama bertahan ditengah terpaan media berskala regional dan nasional.

Harian Tribun Bone menjadi sebuah medianya orang Bone yang patut diapresiasi. Dan inilah yang saya tekankan saat bincang santai sambil minum teh. Pertemuan singkat namun penuh makna. Penuh dengan catatan yang penting.

Tribun Bone bisa bertahan ditengah terpaan media online dan media sosial adalah pembicaraan menarik saat sebelum berpisah.

Saya melihat bahwa Tribun Bone memiliki manajemen yang unik. Tidak seperti dengan media lainnya. Tribun Bone sangat memahami pangsa pasarnya dan bisa berdamai dengan pengiklan. Ada strategi khusus yang dimiliki Andi Asdar sebagai pemilik dan pemimpin redaksi.

Tantangan terbaru bagi media massa, termasuk Tribun Bone adalah disrupsi teknologi digital. Yaitu era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena hadirnya teknologi digital. Adanya distrupsi teknologi digital akan mengubah sistem yang terjadi di Indonesia maupun di Bone.

Kemajuan teknologi dan digitalisasi telah membuat cakupan media semakin luas. Oleh Karena itu, untuk menghadapi tantangan digitalisasi dan berkembangnya media sosial, maka industri media, khususnya Harian Tribun Bone harus mampu membangun pemberitaan yang aktual, faktual dan akuntabel. Dan tentu tidak boleh mengabaikan hadirnya media online bagi medianya. Hal ini penting, untuk melayani pembaca. Pembaca akan mendapatkan informasi secara cepat (sesuai format online) dan juga akan mendapat bahan bacaan di media koran.

Selamat berulang tahun dan tetaplah menjadi bacaan yang menarik bagi orang Bone. Teruslah bertahan dan tetap menjadi penyampai informasi yang berimbang dan akurat. Semoga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.