SMP 1 Kahu Adakan Bimtek Hadapi OPSI 2022

oleh -485 x dibaca

KAHU, TRIBUNBONEONLINE.COM–Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2022 merupakan suatu ajang bergengsi pada jenjang Sekolah Menengah Pertama dan sederajat yang dilaksanakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dibawah naungan Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. OPSI digelar untuk membangkitkan karakter siswa Indonesia yang kreatif dan inovatif, sehingga mendukung pengembangan kemerdekaan berpikir siswa melalui meneliti. Pelaksanaan bimtek terdiri atas tiga kategori yaitu kategori Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan, kategori Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa, serta kategori Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusian, dan Budaya.

“Kami menyadari kegiatan OPSI ini merupakan suatu ajang yang dapat memperkenalkan siswa-siswi kami sedari dini untuk sadar untuk meneliti sekaligus menumbuhkan budaya penelitian melalui kegiatan ilmiah di sekolah kami,” tutur Andi Hasriani Asfar, S.S.., S.Pd., M.M sebagai Kepala SMP Negeri 1 Kahu.

Bimtek OPSI 2022 serta introduksi Inovasi dan Kewirausahaan baik kepada Guru dan pelajar dilaksanakan 24-25 Mei 2022 di Aula SMP Negeri 1 Kahu Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone dibawah Koordinasi Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Sam Arif, S.Pd., M.Pd.

Bimtek ini menghadirkan narasumber Pemenang Inovasi Kewirausahaan Kabupaten Bone sekaligus Akademisi yaitu Dr A.M.Irfan Taufan A, M.T., M.Pd dari Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone serta Dr A.M.Iqbal Akbar A, M.T., M.Pd dosen dari Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Antusias guru dan pelajar sangat besar mengenal dan mengikuti ajang ini terutama ketika Narasumber memaparkan bahwa disekitar lingkungan pelajar terutama hasil bumi Kabupaten Bone sangat berpotensi untuk dieksplorasi termasuk kekayaan alam serta biomassa lainnya seperti transformasi limbah menjadi produk memiliki manfaat (added value).

Bimtek ini akan menjadi acuan untuk melakukan proses seleksi tingkat internal dengan dua jenjang penilaian hingga menentukan tiga hasil penelitian yang akan diikutkan pada OPSI 2022 dengan tiga kategori yang ditetapkan oleh Puspresnas.

“Kami harapkan dengan adanya penjenjangan akan menumbuhkan kolaborasi dan komunikasi antara Guru dan siswa serta menumbuhkan antusiasme dalam membuat penelitian hingga terkodifikasi menjadi laporan penelitian lengkap yang menjadi pamungkas untuk diikutkan OPSI 2022,” tambah Andi Hasriani Asfar.

Langkah pengembangan sekolah menjadi pusat penelitian ini perlu dicontoh oleh sekolah lain agar menjadi cara menstimulasi guru dan siswa dalam mewujudkan kemerderkaan belajar dengan tetap mengendepankan profil pancasila agar menghasilkan siswa yang berkarakter serta sadar akan IPTEK dan lingkungan. (*/Irfan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.