Skrining HIV dan Hepatitis C Pada Populasi Kunci di Lapas Kelas II A Watampone

oleh -225 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Dalam rangka mencegah penularan dan penanggulangan HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Kabupaten Bone gencar melakukan sosialisasi dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara penularan dan penyebaran HIV/AIDS.
Salah satunya melalui kegiatan Mobile VCT (Voluntary Counseling and Testing).

Kabid Pencegahan dan PengendalianPenyakit Dinas Kesehatan Kab Bone, dr Kasmawar Abbas, M.Kes menjelaskab, Mobile VCT adalah pemeriksaan test HIV yang dilakukan oleh tenaga kesehatan ke tempat tempat risiko tinggi terjadinya penularan virus HIV. kegiatan dilakukan diluar tempat layanan dan merupakan bagian dari pelayanan bergerak/jemput bola, dalam rangka mendekatkan akses layanan serta pemenuhan Hak kesehatan terutama pada kelompok yang berisiko termasuk Warga Binaan yang ada di Lapas II a Bone.

Pada kegiatan mobile VCT ini, lanjut Kasmawar, petugas memberikan konseling dan pengambilan sampel darah untuk diperiksa, sebagai upaya untuk mendeteksi status HIV/AIDS sejak dini seseorang. Hal ini merupakan implementasi Permenkes 74 tahun 2014 tentang pelaksanaan konseling dan tes HIV dan Permenkes 51 Tahun 2013 tentang pedoman pencegaan penularan HIV dari ibu ke anak.

Penderita HIV/AIDS  menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Masyarakat dihimbau untuk tidak panik dan takut secara berlebihan, justru yang perlu diketahui dan dipahami adalah bagaimana cara penularan virus ini sehingga dapat dicegah/diantisapasi penularannya. Secara umum penularan  HIV/AIDS  ada 4 cara yaitu melalui hubungan seks berisiko (berganti-ganti pasangan), melalui tranfusi darah, ibu hamil yang menularkan kepada anaknya (melalui cairan ketuban, ASI,dll) dan penularan yang ke empat melalui penggunaan peralatan seperti  jarum suntik, silet, tato, sikat gigi yang kontak langsung dengan penderita.

“Penderita HIV/AIDS yang selama ini kita temukan masih belum menunjukkan jumlah penderita HIV/AIDS yang sesungguhnya. Oleh sebab itu untuk menemukan penderita HIV/AIDS perlu upaya upaya terobosan. Kebijakan penemuan penderita HIV/AIDS di layanan kesehatan pada saat ini adalah dengan cara pememeriksaan terhadap  orang yang secara sukarela memeriksakan dirinya (VCT) dan secara inisiasi dari petugas kesehatan. Semua kegiatan tersebut dilaksanakan di dalam gedung,” ungkap wanita cantik ini.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bone bekerjasama dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2A, dan melibatkan UPT Puskesmas Bajoe, sebagai puskesmas pembina di wilayah Tanete Riattang Timur, mengadakan kegiatan mobile VCT dan screening Hepatitis C dengan seluruh sasaran warga binaan  dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. bertempat di Lapas Kelas 2A Bone yang dimulai pukul 10.00 sampai dengan pukul 12.00 WITA dan berlangsung dengan lancar.

Penulis : */Asdar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.