Nur Azilla Kaila Penderita Sindrom Nefrotik Butuh Uluran Tangan

oleh -296 x dibaca

KAJUARA, TRIBUNBONEONLINE.COM —Nasib yang menimpa Nur Azilla Kayla, balita empat tahun dari pasangan Muh. Jafar dan Idawati ini terus menangis, merintih berjuang sendiri melawan penyakitnya.

Pasalnya, kedua orang tuanya yang merupakan warga Lingkungan Bojo Kelurahan Awang Tangka Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone ini, memilih memulangkan anaknya dari rumah sakit/klinik karena sudah tidak cukup biaya untuk pengobatan anaknya.

Nur Azilla Kaila diketahui mengalami penyakit Sindrom Nefrotik (kerusakan ginjal). Orang tua Nur Azilla Kaila, Muh. Jafar mengaku penyakit yang diderita putrinya ini sudah berlangsung sejak lima bulan terakhir. Keluhan awal muncul di awal Maret 2022, awalnya bengkak di area wajah, beberapa hari kemudian bengkak di seluruh badannya..

“Awalnya ketika ia sakit matanya bengkak, tapi kan ada bintik-bintik merah dibelakang, dikira cacar, jadi dikasih air kelapa, tapi kok makin lama makin bengkak. Ada sekitar 10 hari bengkak semua mi. Itu awal Maret 2022,” kisahnya.

Muh. Jafar mengaku sempat membawa berobat kampung, tapi disarankan oleh temannya di bawa ke praktek dr Syamsuddin di Sinjai, tapi ditolak dan disarankan langsung ke Rumah Sakit Umum Sinjai.

Dengan menggunakan BPJS Mandiri ia dirujuk dari Puskesmas Kajuara ke RSU Sinjai. Sekitar satu minggu di sana, kemudian dokter menyarankan untuk dirujuk ke RS. Akademis Makassar karena ada pendarahan disaluran kencingnya.

Sejak 19 Maret 2022, Nur Azilla mulai dirawat di RS Akademis Makassar. Pada 17 April 2022 akhirnya dipulangkan karena sudah normal kembali. Lalu 27 April 2022 kembali dirujuk pertama untuk kontrol.

Muh. Jafar mengaku pada Mei 2022 ia membawa lagi anaknya kedua kalinya ke Sinjai, tapi tidak dikasi obat untuk saluran kencingnya. Dokter umum mengatakan akan turun sendiri bengkaknya.

“Padahal selama satu bulan di Makssar selalu dikasih obat pelancar kencing, karena dokter di Makassar mengatakan biar dikasih obat penurun bengkak kalau tidak dikasi pelancar kencing, bengkaknya tidak akan turun,” jelasnya.

“Akhirnya kembali dirujuk ke RS Akademis Makassar. Saya kembali ke sana 13 Juni 2022, satu bulan enam hari saya di sana, akhirnya disuruh pulang,” kisahnya.

Saat ini orang tua Nur Azilla Kaila yang bekerja sebagai buruh tani tambak hanya bisa merawat anaknya di rumah. Ia tidak cukup biaya lagi untuk membiayai pengobatan anaknya.

“Selama kami mengurus ini, kami terkendala biaya pengobatannya. Apalagi kami hanya pekerja swasta, ikut sama orang kerja empang, kami dapat beberapa persen dari hasil panen,” ungkapnya.

Pihak RS Akademis itu membantu kami. Alhamdulillah kami 30 hari lebih di sana, bahkan ada beberapa obat dan cairan dibantu oleh pihak rumah sakit.

Muh. Jafar mengaku, 29 Juli 2022 Nur Azilla Kaila kembali harus dikontrol di RS Akademis, bertemu dengan dokternya untuk dilihat perkembangannya.

“Untuk kontrolnya kita butuh biaya, butuh kendaraan kesana,” ungkapnya.

Ia sangat mengharapkan uluran tangan dari semua pihak untuk membantu meringankan biaya pengobatan anaknya.

Bantuan dapat disalurkan melalui Nomor Rekening BRI: 0258-01-018655-53-9. atas nama Muh. Jafar Abdullah.

Penulis : Julfiadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.