Aplikasi Android Ma’benteng Warna Baru Proses Pembelajaran

oleh -226 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Tim Program Kreativitas Mahasiswa- Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone merancang sebuah aplikasi android sebagai inovasi dalam proses pembelajaran

Sartika Sari Dewi dari Teknologi Pendidikan Semester 4, Andi Rosdaliani dari Pendidikan Matematika semester 2, dan Nurhasanah dari Teknologi Pendidikan Semester 6.

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran merupakan salah satu faktor yang dapat menjadikan proses pembelajaran menjadi aktif, efektif dan efisien.

Tidak dipungkiri bahwa saat ini terdapat berbagai macam platform yang menyediakan sebuah sarana bagi siswa untuk mengakses materi pembelajaran yang lebih interaktif.

Oleh karena itu, Tim PKM-RSH Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone merancang sebuah aplikasi yang diberi nama aplikasi android permainan Ma’benteng untuk membantu proses pembelajaran, khususnya pada lokasi riset yaitu di SMAN 19 Bone. Pemberian nama tersebut diambil dari salah satu permainan khas Bugis yaitu Ma’benteng.

Permainan Ma’benteng merupakan sebuah permainan yang menekankan kerjasama dalam proses pelaksanaannya. Permainan ini dapat meningkatkan kemampuan anak dalam menyusun sebuah strategi, mengasah otak dan memupuk sikap kolaborasi.

Tim ini menerapkan langkah-langkah permainan Ma’benteng kedalam fitur aplikasinya.
Aplikasi Pembelajaran Permainan Ma’benteng ini memiliki beberapa fitur, diantaranya materi pembelajaran, latihan soal, pembagi kelompok, puzzle, petunjuk guru, petunjuk siswa, kuis interaktif, dan juga petunjuk model. Pada bagian petunjuk model, diterapkan langkah-langkah permainan Ma’benteng, yaitu Mabbage Bali (Pembagian Kelompok), Majjaga Benteng (Menjaga Pertahanan), Massipakario-rio (Saling Menggembirakan) dan Massidampeng-dampeng (Saling Menghormati Hasil yang Diperoleh). Selain itu, aplikasi ini juga menyajikan bagian-bagiannya dengan sentuhan kearifan lokal yaitu aksara lontara.

Tim PKM-RSH ini sangat mengharapkan aplikasi ini dapat bermanfaat bagi proses pembelajaran, khusunya pembelajaran matematika pada materi statistika.

“Kami berharap aplikasi ini dapat menjadi media pembelajaran yang dapat membagkitkan kembali motivasi siswa dalam belajar, karena tidak hanya menyajikan teknologi tetapi juga memberikan unsur kearifan lokal yang dapat menjadikan siswa tidak hanya mengerti akan perkembangan zaman, tetapi juga tetap menjunjung tinggi dan mencintai nilai kebudayaan Bugis yaitu aksara lontara,” tutur Sartika kepada media ini, Rabu 27 Juli 2022. (*/Irfan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.