Baharuddin S.Pd.I M.Pd.I Dewan Hakim MTQ Tingkat Propinsi Sulsel 2022 Meraih Gelar Doktor BTQ, Dekan FUD IAIN Bone Penguji Eksternalnya

oleh -469 x dibaca

MAKASSAR, TRIBUNBONEONLINE.COM–Pada Senin, 15 Agustus 2022, bertempat di aula gedung PPG kampus 3 UIN Alauddin Makassar Jl. Bonto Tangnga berlangsung ujian promosi doktor an. H.Baharuddin, S.Pd.I, M.Pd.I, ASN UIN Alauddin, alumni Pondok Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang, Qari’ Internasional dan Dewan Hakim MTQ tingkat propinsi Sulsel yang dilaksanakan di Watampone bulan lalu pada cabang MTQ.

H. Bahar juga termasuk salah seorang Dewan Hakim cabang MTQ pada acara Pesona yang digelar PTKIN tingkat nasional di Bandung saat ini.

Promosi doktor ini dihadiri sejumlah pejabat UIN seperti Kepala LP2M dan sekertaris IKA alumni UIN. Selain itu hadir juga pengurus FKMA (Forum Komunikasi Mahasiswa Alumni As’adiyah), pembina dan senior FKMA, keluarga dan mahasiswa UIN Alauddin.

Disertasinya berjudul “Implementasi Program Baca Tulis Al-Quran di UIN Alauddin Makassar”. Sidang promosi dipimpin langsung Direktur Pascasarjana, Tim penguji terdiri dari penguji Eksternal Dr.Sarifa Suhra, S.Ag, M.Pd.I, penguji Promotor Prof. Dr. H. Ahmad Abu Bakar, M.Ag, Kopromotor Prof. Dr. H. Syahruddin, M.Pd dan Dr. Munir, M.Ag. Penguji terdiri dari Prof. Dr. HM. Galib M, MA, Dr. H. Muzakkir, M.Ag dan Prof. Dr. Hj. Amrah Kasim, LC. MA, semua pertanyaan dari Dewan Penguji dijawab tuntas sehingga nilai ujian promosi desertasinya 4.00.

Dekan FUD IAIN Bone Dr.Sarifa Suhra yang juga alumni Ponpes As’adiyah pusat Sengkang, saat ujian berlangsung memberikan apresiasi kepada H.Bahar. “Khusus kepada promovendus karena mengangkat judul disertasi yang sangat relevan dengan profesi yang digeluti promovendus sejak 30 tahun yang lalu sebagai Qari’ yang sudah menjuarai berbagai lomba di ajang panggung MTQ sejak anak-anak dan terus menerus mengasah bakatnya hingga menjuarai berbagai even nasional maupun internasional, bahkan hingga sekarang berhasil menjadi Dewan Hakim MTQ di berbagai jenjang,” terangnya.

Dr.Sarifa Suhra menanyakan apa perbedaan bacaan Tilawah, Qiraat dan Murattal dan berikan contoh dengan membacakan ayat yang sama dengan 3 irama yang berbeda. H. Bahar demikian sapaan akrab promovendus kemudian menjelaskan perbedaannya sekaligus mencontohkan dengan melantunkan QS. Al- Dukha’ dalam 3 versi irama bacaan yang berbeda. Bacaan H. Bahar tersebut disambut dengan gemuruh tasbih dan tepuk tangan meriah dari hadirin.

Penulis : Ilyas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.