Etnomatematika Perahu Phinisi: Model Baru dalam Pembelajaran

oleh -86 x dibaca

Penulis : Mahasiswa UNIM Bone (Wiwi Damayanti, Yulita, Ayunita)

Kearifan lokal adalah warisan yang kaya akan nilai, pengalaman dan akumulasi pengetahuan, yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan untuk menjembatani pengetahuan tradisional dan kontemporer. Namun, pemahaman guru yang terbatas dan percaya bahwa konsep yang dipelajari dalam budaya berbeda dengan konsep saat ini mengakibatkan kearifan lokal tidak terintegrasi dalam pembelajaran. Padahal, matematika berbasis kearifan lokal (etnomatematika) dapat memberikan siswa
kesempatan dalam memahami konsep dengan mengaitkan budaya atau pengalaman dalam pembelajaran.

Integrasi etnomatematika dalam proses pembelajaran memerlukan media dalam menunjang pelaksanaannya yang dapat memberikan gambaran nyata kepada siswa terkait dengan konsep materi. Salah satu kearifan lokal yang dapat diintegrasikan yaitu perahu tradisional phinisi khas Bugis.

Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone berhasil menciptakan inovasi pembelajaran yaitu etnomatematika perahu phinisi sebagai model baru dalam meningkatkan kemampuan complex problem solving siswa.

Complex problem solving adalah kegiatan mengidentifikasi masalah kompleks untuk menemukan informasi-informasi faktual agar solusi pemecahan masalah yang diberikan efektif. Complex problem solving menurut Future of Jobs Report dalam Word Economics Forum merupakan salah satu keterampilan yang akan semakin berkembang dalam lima tahun ke depan. Akan tetapi, keterampilan ini masih sangat rendah dikuasai oleh siswa.

Salah satu solusi yang diberikan dalam mengatasi rendahnya kemampuan complex problem solving siswa adalah dengan mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran agar siswa mampu memahami konsep materi dan mengidentifikasi masalah kompleks yang dihadapi.

Perahu phinisi merupakan salah satu kearifan lokal suku Bugis dengan bentuk yang unik. Konten matematika pada perahu phinisi dapat dilihat dari pola bagian perahu (layar) yang dapat diintegrasikan dengan materi kesebangunan dan kekongruenan. Hal ini dikarenakan perahu phinisi memiliki bagian dengan bentuk yang hampir sama meskipun ukurannya berbeda. Untuk menentukan ukuran dari pola bagian perahu dapat menggunakan konsep kesebangunan dan kekongruenan dengan mengidentifikasi masalah secara kompleks dalam pembentukan solusi yang tepat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

No More Posts Available.

No more pages to load.