Baznas Bone Bantu Balita yang Dirawat di Rumah Sakit

oleh -400 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Baznas melalui Hj. Farida Hanafing sebagai Wakil Ketua 2 Baznas Kabupaten Bone mendatangi RS Datu Pancaitana, untuk membantu biaya pengobatan balita tersebut, Selasa (06/09/2022).

Bahkan pihak Baznas langsung melunasi seluruh biaya perawatan karena melihat kondisi keluarga yang pas-pasan. Apalagi, balita bernama Rezky anak dari pasangan Jufri dan Arianti tersebut tidak memiliki BPJS kesehatan.

Hj. Farida Hanafing mengatakan, Baznas membantu biaya perawatan kepada balita tersebut setelah mendapatkan informasi. Tentu ini memang layak dibantu dari zakat para Muzakki.

Sehari sebelumnya, pihak Baznas Bone telah menjalin komunikasi tentang kondisi pasien bersama Drg. Sardiawanti. Saat itu WK 2 BAZNAS menanyakan beberapa hal tentang kondisi Muhammad Rezky putra ketiga dari ibu Arianti. Apa penyebab anaknya sakit, apakah mungkin karena sering jajan tidak sehat? Yang ternyata dijawab iya oleh ibu Arianti.

BACA JUGA:  Bertolak Ke Jakarta, Danyon C Pelopor Wakili Dansat Brimob Polda Sulsel Ikuti FGD, Ini Yang Dibahas

Muhammad Rezky sering jajan kerupuk yang ber msg tinggi. Bila kita mau cari tahu sedikit saja, tipes atau demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini umumnya dapat berkembang di dalam minuman atau makanan yang tidak diolah secara higienis atau kurang matang. Anak-anak paling berisiko terkena tipes karena sistem kekebalan tubuhnya belum kuat dan masih berkembang.

Semoga Resky bisa pulih kembali seperti sedia kala dan bisa kembali masuk sekolah belajar dan bermain bersama temannya.

Kehidupan ibu Arianti bersama keluarga cukup sulit. Beliau bekerja sebagai cleaning service dan suaminya menjadi loper koran. Penghasilan mereka betul-betul hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

BACA JUGA:  PJUTS Senilai Rp. 3.9 M Terpasang di Bone Tahun 2020

Ibu Arianti menangis memeluk WK 2 BAZNAS mengetahui bahwa seluruh biaya pengobatan dan perawatan dibayarkan. Dan juga akan diberi bantuan usaha produktif sesegera mungkin setelah tempat usahanya mereka siapkan.

Baznas dibentuk oleh pemerintah untuk mengelola dana zakat, infak dan sedekah serta dana sosial keagamaan lainnya.

“Salah satu tujuannya adalah rerwujudnya penyaluran ZIS-DSKL yang efektif dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan ummat, dan pengurangan kesenjangan sosial,” ungkap Farida Hanaping.

Untuk itu, Farida mengharapkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk saling membantu sesama dengan tunaikan ZIS-DSKL melalui Baznas Kab. Bone.(*/dar)

BACA JUGA:  Dukung Proklim 2021, UNIM Teken MoU dengan Dinas Lingkungan Hidup Bone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.